KOMPAS.com/DIAN MAHARANI
Seminar Game Developers Gathering di Function Hall Universitas Multimedia Nusantara, Sabtu (26/5/2012). Dalam seminar tersebut turut hadir pembicara baik dalam dan luar negeri.
GADING SERPONG, KOMPAS.com - Ratusan pencinta game yang terdiri dari pembuat game, profesional, investor, institusi, hingga para mahasiswa, berkumpul dalam Game Developers Gathering (GDG) di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Gading Serpong, Sabtu (26/5/2012).
GDG merupakan ajang berbagi ilmu, pengalaman, dan bertukar pikitan untuk memajukan industri kreatif, dalam hal ini untuk industri game di Indonesia. Acara berlangsung dari pagi hingga sore yang diisi dengan seminar maupun talkshow, dan pameran.
UMN bekerja sama dengan Toge Production, salah satu studio game lokal ini, turut mengundang puluhan pembicara baik luar maupun dalam negeri. Hadir sebagai pembicara Noritaka Kobayashi dari VP GREE Singapore, Toshihiko Suyarma selaku Director of Marketing Development DeNA, Hironao Kunimitsu selaku CEO Gumi, Ronald Widjaja, seorang game producer Faunia Rancher, Gregorius Martinus dari BoomZap, Yusup salah satu dosen UMN yang membahas “Design in Education”, hingga Toshimichi Namba dari EVP Cyber Agent America, Inc.
“Kita mengundang semua pakar-pakarnya di industri game. Ada alumni UMN juga yang sudah bekerja di bidang itu. Jadi game ini bukan hanya yang ada di pikiran orang untuk bermain, tapi merupakan salah satu industri kreatif dan akan terus berkembang,” kata Ketua Pelaksana Game Developers Gathering di UMN Dodick Z Sudirman.
Pameran game di lobi utama Universitas Multimedia Nusantara meramaikan acara Game Developers Gathering, Sabtu (26/5/2012).
Sementara itu, CEO Toge Production Kris Antoni mengatakan, Indonesia memiliki potensi dalam industri pembuatan game. “Developer gameIndonesia punya potensi dan bisa dijual di Jepang maupun internasional,” kata Kris.
Kris menambahkan, tercatat saat ini sudah ada sekitar 79 studio game di Indonesia yang tersebar di Jakarta dan daerah lain, seperti Bandung dan Surabaya. Jumlah developer game pun selalu meningkat setiap tahun. Para pencinta game juga terlihat antusiasnya dalam GDG ini, terlihat dari banyaknya peserta yakni mencapai 600 orang.
Untuk meningkatkan potensi dalam industri kreatif ini, sebelumnya juga digelar UMN Protowar yang merupakan ajang kompetisi membuat game. UMN sendiri telah memiliki mata kuliah game design and development, baik digital dan non digital.
“Game juga untuk pendidikan. Kita juga berencana memiliki prodi khusus untuk game ini atau nantinya program studi yang bernama Interaktif Multimedia. Kalau sekarang sudah ada seperti mata kuliah animasi yang juga mendukung untuk pembuatan game,” ujar Pembantu Rektor II UMN, Andre Andoko.
YOU MIGHT ALSO LIKE




