Kompas.com/Kristianto Purnomo
Mantan pelatih Semen Padang, Nil Maizar, ditunjuk menjadi pelatih tim nasional senior Indonesia.TERKAIT
JAKARTA, KOMPAS.com - Meski menelan kekalahan, pelatih Indonesia Selection, Nil Maizar, tetap bangga dengan permainan anak asuhnya dalam laga ekshibisi melawan Inter Milan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/5/2012) malam.
Pertandingan yang akhirnya dimenangkan Inter 4-2 itu, Nil menilai, Oktovianus Maniani dan kawan-kawan tampil sangat baik. Laga melawan Indonesia Selection ini adalah pertandingan terakhir "I Nerazzurri" adalah rangkaian tur Inter Milan di Indonesia.
Empat gol tim berjuluk "La Beneamata" ditorehkan Coutinho (menit ke-5 dan 42) dan Giampaolo Pazzini (60,73). Sementara dua gol tim "Garuda" dikreasikan dua pemain asal Papua, Patrich Wanggai (14) dan Yoshua Pahabol (92).
"Pertandingan itu memang sudah lama dipersiapkan. Tapi, kita hanya menjalani latihan sehari. Pengalaman sangat berharga dari Inter. Mereka terbukti cukup mendunia. Jadi, kita tetap bangga dengan talenta tinggi yang dimiliki para pemain Indonesia," ujar Nil saat jumpa pers seusai pertandingan di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu malam.
Secara khusus, mantan pelatih Semen Padang tersebut mengaku senang anak asuhnya dapat mencetak dua gol ke gawang tim berjuluk "La Beneamata". Dua gol tersebut, kata Nil, merupakan bukti anak asuhnya cukup gigih bertanding.
"Saya tidak permasalahkan hasil, yang terpenting kami sudah bermain dengan semangat tinggi. Sampai 90 menit, mereka tidak berhenti berjuang. Menang kalah bukan masalah. Mudah-mudahan (penampilan) kami dapat lebih baik nantinya," kata Nil.
Kapten tim Indonesia Selection, Bima Sakti mengatakan pertandingan kali ini merupakan laga yang dapat dijadikan ajang bagi para pemain muda Indonesia untuk menimba pengalaman. Pemain veteran berusia 36 tahun itu menilai pertandingan kali ini akan menjadi modal bagus bagi penggawa "Garuda Muda" yang dipersiapkan untuk Sea Games di Myanmar 2013 mendatang.
"Mereka (pemain muda Indonesia) bermain begitu enjoy. Dlihat dari cara bermainnya, mereka tidak banyak lari, tetapi aliran bola berjalan terus. Kami sudah berusaha mengimbangi Inter. Jadi, inilah pelajaran berharga bagi pemain muda timnas untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya," kata mantan pemain Sampdoria Primavera dan Helsingborg Swedia.
Pertandingan yang akhirnya dimenangkan Inter 4-2 itu, Nil menilai, Oktovianus Maniani dan kawan-kawan tampil sangat baik. Laga melawan Indonesia Selection ini adalah pertandingan terakhir "I Nerazzurri" adalah rangkaian tur Inter Milan di Indonesia.
Empat gol tim berjuluk "La Beneamata" ditorehkan Coutinho (menit ke-5 dan 42) dan Giampaolo Pazzini (60,73). Sementara dua gol tim "Garuda" dikreasikan dua pemain asal Papua, Patrich Wanggai (14) dan Yoshua Pahabol (92).
"Pertandingan itu memang sudah lama dipersiapkan. Tapi, kita hanya menjalani latihan sehari. Pengalaman sangat berharga dari Inter. Mereka terbukti cukup mendunia. Jadi, kita tetap bangga dengan talenta tinggi yang dimiliki para pemain Indonesia," ujar Nil saat jumpa pers seusai pertandingan di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu malam.
Secara khusus, mantan pelatih Semen Padang tersebut mengaku senang anak asuhnya dapat mencetak dua gol ke gawang tim berjuluk "La Beneamata". Dua gol tersebut, kata Nil, merupakan bukti anak asuhnya cukup gigih bertanding.
"Saya tidak permasalahkan hasil, yang terpenting kami sudah bermain dengan semangat tinggi. Sampai 90 menit, mereka tidak berhenti berjuang. Menang kalah bukan masalah. Mudah-mudahan (penampilan) kami dapat lebih baik nantinya," kata Nil.
Kapten tim Indonesia Selection, Bima Sakti mengatakan pertandingan kali ini merupakan laga yang dapat dijadikan ajang bagi para pemain muda Indonesia untuk menimba pengalaman. Pemain veteran berusia 36 tahun itu menilai pertandingan kali ini akan menjadi modal bagus bagi penggawa "Garuda Muda" yang dipersiapkan untuk Sea Games di Myanmar 2013 mendatang.
"Mereka (pemain muda Indonesia) bermain begitu enjoy. Dlihat dari cara bermainnya, mereka tidak banyak lari, tetapi aliran bola berjalan terus. Kami sudah berusaha mengimbangi Inter. Jadi, inilah pelajaran berharga bagi pemain muda timnas untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya," kata mantan pemain Sampdoria Primavera dan Helsingborg Swedia.
YOU MIGHT ALSO LIKE




